Lelucon Murtadin Fatimah-3: Mengaku Mantan Islam Tapi Tak Kenal Azan
Penjahat Emperor's--Dalam
kesaksiannya, penginjil Fatimah juga menuangkan alasan lain
meninggalkan Islam. Ia mengaku meninggalkan Islam karena tidak bisa
menerima doa-doa dalam ibadah shalat. Fatimah menulis:
“Saya
menyembah satu Allah lima kali sehari dengan ritual yang melelahkan.
Lima kali sehari azan menegaskan bahwa Muhammad adalah nabi Allah yang
harus didoakan berkat baginya. Berdoa agar diberikan tempat terbaik di
surga serta kedudukan yang lebih tinggi dari siapa pun. Dengan demikian
Muhammad akan bisa bersyafaat seperti yang dijanjikan Allah!
Dari
kesaksian ini jelaslah bahwa Fatimah tidak pernah menganut agama Islam,
melainkan orang yang mengaku mantan Islam untuk komoditi supaya diundang
ceramah kesaksian di gereja-gereja.
Terbukti,
ia tidak tahu bacaan azan, sehingga menuduh bacaan azan dikumandangkan
untuk mendoakan Nabi Muhammad supaya masuk surga. Siapapun, orang Islam
pasti mengenal azan, baik bacaannya maupun maknanya. Dalam bacaan azan,
tak ada kalimat yang mendoakan Nabi Muhammad supaya masuk surga.
Perhatikan bacaan azan berikut:
“Allahu
Akbar Allahu Akbar. Asyhadu alla illahaillallah. Asyhadu anna
Muhammadar rasulullah. Haiya ‘alas sholah. Haiya ‘alal falah. Allahu
Akbar Allahu Akbar. La ilaha illallah.”
Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan
selain Allah. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul Allah. Marilah
shalat. Marilah menuju kebahagiaan. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Tiada Tuhan melainkan Allah.”
Dari
bacaan azan tersebut, kalimat mana yang bisa diartikan mendoakan Nabi
Muhammad supaya masuk surga? Sama sekali tidak ada!
Dusta
Penginjil Fatimah untuk misi pemurtadan dan kristenisasi ini sangat
memalukan. Dengan alasan untuk memashurkan nama Tuhan, ia bersaksi untuk
menguatkan iman kristiani sembari menginjak agama lain. Kesaksian dusta
seperti ini tidak akan memuliakan Tuhan, justru dikutuk Tuhan. Bibel
sendiri mengutuk segala bentuk dusta dan tipu muslihat dengan alasan
apapun. Bahkan Tuhan tidak marah besar bila nama-Nya diperalat untuk
misi dusta dan tipu-menipu:
“Janganlah
kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar
kekudusan nama Allah-mu; Akulah Tuhan” (Imamat 19:12).
“Orang
yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi orang yang
berlaku setia dikenan-Nya” (Amsal 12:22).
Jadi,
menurut Bibel sendiri, dusta di bibir Penginjil Fatimah adalah kekejian
bagi Tuhan!! [A. Ahmad Hizbullah MAG/Suara-Islam]
mengapa kalau orang orang mualaf yg berkoar koar tentang agamanya yg dulu ( sebelum mualaf ) ummat muslim pada senyum bahagia , secara berjamaah akan mempublikasikan ( dgn berbagai macam cara ) , tetapi bila sebaliknya ( murtad ) ummat muslim seperti kebakaran jenggot . saya jadi ingat pada kehidupan penjahat , bila ada sahabat nya yang bisa di rekrut jadi penjahat , mereka ( kelompok penjahat ) akan merayakan dengan bangganya bahwa komunitas mereka telah bertambah . sebaliknya bila ada yang bertobat dan tidak mau melakukan kejahatan lagi , kelompok penjahat ini akan melakukan berbagai macam upaya utk mencari bahkan membunuh anggota yg " bertobat " itu , sebab mereka khawatir kalau kalau mantan anggotanya ini ( yg telah bertobat ) membuka kedok mereka pada yg berwajib . ---- lain halnya dgn suatu grup atau kelompok non kriminal , bila anggotanya membelot pun tidak masalah ...!!!
BalasHapusmengapa kalau orang orang mualaf yg berkoar koar tentang agamanya yg dulu ( sebelum mualaf ) ummat muslim pada senyum bahagia , secara berjamaah akan mempublikasikan ( dgn berbagai macam cara ) , tetapi bila sebaliknya ( murtad ) ummat muslim seperti kebakaran jenggot . saya jadi ingat pada kehidupan penjahat , bila ada sahabat nya yang bisa di rekrut jadi penjahat , mereka ( kelompok penjahat ) akan merayakan dengan bangganya bahwa komunitas mereka telah bertambah . sebaliknya bila ada yang bertobat dan tidak mau melakukan kejahatan lagi , kelompok penjahat ini akan melakukan berbagai macam upaya utk mencari bahkan membunuh anggota yg " bertobat " itu , sebab mereka khawatir kalau kalau mantan anggotanya ini ( yg telah bertobat ) membuka kedok mereka pada yg berwajib . ---- lain halnya dgn suatu grup atau kelompok non kriminal , bila anggotanya membelot pun tidak masalah ...!!!
BalasHapus