Sabtu, 05 Mei 2012

TOKOH LESBIAN DAN JIL DIKEPUNG

Kuliah Umum Dibubarkan, Irshad Manji pun Angkat Kaki

JAKARTA (Penjahat Emperor's) – Pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) Goenawan Mohamad yang juga bekas Pemimpin Redaksi Majalah Tempo sempat ketar-ketir, begitu warga Pasar Minggu dan sekitarnya mengepung gedung Komunitas Salihara, seraya berujar, kuliah umum ini bubar saja.Meski rekan-rekannya sesama aktivis JIL tetap bertahan dan ngotot hendak melanjutkan kuliah umum “lesbong” Irshad Manji.

Sebagian warga menyusup ke dalam ruangan, tempat acara kuliah umum berlangsung dan minta acara ini dibubarkan. Aparat pun mencoba menenangkan warga agar tidak berbuat tindakan anarkis. Negosiasi aparat, warga dengan panitia penyelenggara pun berlangsung  alot. Kendati, kemudian Irshad Manji dan beberapa peserta yang hadir naik ke lantai tiga gedung Salihara. Tidak diketahui, apakah mereka melanjutkan kuliah umumnya atau tidak.
Hingga pukul 21.00 WIB, warga masih berkumpul di pekarangan Komunitas Salihara seraya meneriakkan Irshad Manji, Ulil dan Guntur Romli sebagai antek Setan dan Zionis Yahudi. Sementara  itu, terlihat kendaraan yang melintas dari arah Pejaten dan sekitar Jalan Salihara, Pasar Minggu, macet dan tersendat. Dan ini kali pertama, Komunitas Salihara di kepung massa, sejak aktivis JIL sudah jarang beraktivitas di Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur.
Akhirnya, kurang dari Pukul 22.00 WIB, Irshad Manji yang berambut pendek dan berbaju kuning pun dapat dievakuasi dengan mendapat pengawalan ketat dari pihak aparat kepolisian, baik dari Polres maupun Polsek setempat. Manji yang didampingi oleh sesama kaumnya (Lesbi) dan aktivis JIL lainnya tertunduk lemas dan sedih. Di lapangan, Voa Islam mencatat, Manji menumpangi mobil Sedan bernomor R 165 NH.   
Detik-detik evakuasi, tidak terlihat Guntur Romli dan Ulil Abshar Abdalla menghantarkan tamunya yang lesbong itu menuju mobil yang akan ditumpangi Irshad Manji. Sepertinya memang, Guntur Romli dan Ulil gemeteran, dan ngumpet di lantai tiga Gedung Salihara. Keduanya takut dikepruk warga Pasar Minggu, Pejaten dan sekitarnya yang sejak pukul 19.00 mengepung gedung Salihara. Desastian

Irshad Manji yang Kenyang dengan Ancaman Pembunuhan

JAKARTA (VoA-Islam) – Tahukah? Irshad Manji rupanya telah menerima banyak ancaman pembunuhan dari berbagai pihak. Dalam sebuah wawancara CNN, Manji menyatakan bahwa jendela apartemennya dilengkapi dengan kaca tahan peluru, terutama untuk melindungi keluarganya. Pada peluncuran buku terbaru di Amsterdam, kelompok muslim yang ia sebut ekstrimis itu menyerbu tempat berlangsungnya diskusi buku, dan memerintahkan eksekusinya.
Siapakah sesungguhnya Irshad Manji yang kedatangannya ke Jakarta santer menjadi buah bibir dan pemberitaan di sejumlah media Islam? Manji dilahirkan di Uganda pada tahun 1968 dari seorang ayah asal India Gujarat, dan ibu Mesir. Keluarganya pindah ke Kanada ketika ia berusia empat tahun, sebagai akibat dari pengusiran Rezim Idi Amin ketika itu.
Manji dan keluarganya kemudian menetap di dekat Vancouver, Kanada, AS pada tahun 1972, dan ia dibesarkan dari lingkungan yang sekuler. Ia sempat diusir dari sekolah agama, tempat ia belajar karena terlalu banyak bertanya. Selama dua puluh tahun berikutnya, ia mempelajari Islam melalui perpustakaan umum dan tutor bahasa Arab.
Sebagai akademisi, Manji pernah meraih gelar kehormatan dari University of British Columbia. Pada tahun 1990, dia mendapatkan Medali Gubernur Jenderal di bidang humaniora. Manji kemudian memulai karirnya sebagai penulis sekaligus jurnalis, hingga menjadi advokat dari "reformasi dan progresif  Islam”.
Sebagai seorang jurnalis, kolom Manji muncul di berbagai media, seperti The New York Times, The Wall Street Journal, The Times of London, dan situs Al Arabiya. Dia menulis fitur biasa untuk di Kanada The Globe dan koran Mail. Tidak hanya di media cetak, ia kerap muncul di jaringan televisi seluruh dunia, termasuk Al Jazeera, CBC, BBC, MSNBC, C-SPAN, CNN, PBS, Fox News Channel, CBS, dan HBO.
Manji juga seorang Direktur Proyek Keberanian Moral di Sekolah Robert F. Wagner Pascasarjana Pelayanan Publik di New York University, yang bertujuan untuk mengajarkan para pemimpin muda untuk "menantang kebenaran politik, kesesuaian intelektual dan sensor diri."
Dia juga pendiri dan presiden Proyek Ijtihad, sebuah organisasi amal mempromosikan "tradisi berpikir kritis, perdebatan dan perbedaan pendapat" dalam Islam, di antara "jaringan reformis Muslim dan non-Muslim."
Muslim refusenik adalah ungkapan Manji dalam mengidentifikasi dirinya sebagai seseorang yang menolak untuk bergabung dengan pasukan robot atas nama Allah. Manji pun dikenal sebagai pluralis Muslim.
Penulis Buku Kontroversial
Buku Manji yang terakhir, berjudul “Allah, Liberty dan Cinta dirilis pada bulan Juni 2011 di AS, Kanada dan negara lainnya. Dalam sebuah websitenya, buku ini menjelaskan tentang Allah, Liberty dan Cinta. Ia mendamaikan iman dan kebebasan dalam dunia yang mendidih dengan dogma represif. Ajaran kunci Manji adalah" keberanian moral, "keinginan untuk berbicara ketika orang lain ingin membungkam mulutmu. Buku ini merupakan panduan utama untuk menjadi warga dunia berani.

Buku Manji sebelumnya,
The Trouble with Islam Today (awalnya diterbitkan sebagai Trouble with Islam), telah diterbitkan lebih dari 30 bahasa, termasuk bahasa Arab, Persia, Urdu, Melayu dan bahasa Indonesia. Dia terganggu oleh bagaimana Islam dipraktekkan saat ini dan pengaruh Arab di Islam yang mengambil individualitas perempuan dan memperkenalkan konsep kehormatan perempuan.
Buku Manji yang satu ini The Trouble with Islam Today mendapat pujian dan cemoohan dari pihak  Muslim dan non-Muslim. Dalam buku itu, Manji mengatakan bahwa orang Arab telah melakukan kesalahan dengan menyangkal, bahwa Yahudi memiliki ikatan historis dengan Palestina. Manji menulis, bahwa akar sejarah Yahudi meregang kembali ke tanah Israel, dan bahwa mereka memiliki hak untuk sebuah negara Yahudi. Lebih jauh ia berpendapat, bahwa tuduhan apartheid di Israel adalah sangat menyesatkan.
Adapun buku Allah, Liberty dan Cinta, Irshad Manji mengajak Muslim dan non-Muslim untuk mengatasi ketakutan. Yakni rasa takut menyinggung orang lain dalam dunia yang multikultural serta takut mempertanyakan masyarakat kita sendiri.

Karir Manji
Dalam perjalanan karirnya, Manji pernah bekerja sebagai asisten legislatif di parlemen Kanada, sekretaris pers di pemerintah Ontario, dan penulis pidato untuk pemimpin Partai Demokratik Baru. Pada usia 24, ia sudah menjadi editorialist nasional untuk Ottawa Citizen dan menjadi anggota termuda dewan editorial harian Kanada. Dia juga seorang kolumnis untuk koran Ottawa LGBT Modal Xtra.

Ia juga pernah menjadi host atau memproduksi beberapa program urusan publik di televisi Kanada dan sempat mendapat beberapa penghargaan. Dia berpartisipasi dalam segmen reguler pada TVOntario Studio 2 pada pertengahan 1990-an, yang mewakili pandangan liberal dalam debat dengan wartawan konservatif Michael Coren.

Dia menjadi host QT (QueerTelevision) untuk City TV yang berbasis di Toronto pada akhir 1990-an. Di antara cakupan program isu lokal dan nasional, ia menghasilkan cerita kehidupan orang-orang gay di dunia Muslim.
Pada tahun 2002, Manji menulis untuk Islam Today. Manji mendirikan Proyek Ijtihad, sebuah inisiatif untuk memperbaharui tradisi Islam secara kritis, membuka ruang perdebatan pemikiran dan perbedaan pendapat.
Di bidang perfilman, Manji telah menghasilkan sebuah film dokumenter PBS "Iman Tanpa Rasa Takut". Film ini ingin menjelaskan, upaya mendamaikan iman kepada Allah dengan cinta dan kebebasan ".  Dirilis pada tahun 2007, film ini menggambarkan risiko pribadi Manji yang telah menghadapi ujian sebagai pembaharu Muslim. Film dokumenter ini mendapat nominasi Emmy Award 2008.
Manji juga mengeksplorasi Islamisme di Yaman, Eropa dan Amerika Utara, serta sejarah pemikiran kritis Islam di Spanyol dan di tempat lain. Pada tahun 2007, ia menjadi finalis untuk Dewan Film Nasional Gemini Award Kanada. Ia bahkan memenangkan Festival Televisi New York pada tahun 2008. Pada tahun yang sama, Iman Tanpa Takut meluncurkan Festival 2008 Film Muslim yang diselenggarakan oleh American Kongres Islam.
Manji sempat dianugerahi Chutzpah pertama olrh Oprah Winfrey, sebuah Penghargaan tahunan untuk "keberanian dan keyakinan." Majalah yang terbit di AS, menyebut Manji sebagai "Feminis Abad 21,"dan Kesetaraan Imigrasi memberikan Hadiah Visi Global nya.
Pada tahun 2006, World Economic Forum memilih Manji sebagai seorang Pemimpin Global Muda. Dia juga dinobatkan sebagai Pemimpin Muslim Future oleh American Society for Muslim Advancement.  Pada bulan Mei 2008, ia menerima kehormatan doktor dari Universitas Puget Sound. Desastian/dbs
http://www.voa-islam.com/counter/liberalism/2012/05/05/18953/irshad-manji-yang-kenyang-dengan-ancaman-pembunuhan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar